Reverse DNS Zone atau PTR Records pada DNS merupakan salah satu feature penting, terutama jika kita melakukan setup mail server. tanpa ini mail server dianggap sebagai spammer atau email dari mail server mereka masuk kedalam folder spam di Google (Gmail) ataupun Yahoo. Salah satu penyebabnya adalah karena DNS server mereka hanya memiliki address records namun tidak memiliki Reverse DNSnya.

Apa sih beda antara Address records (A Records) dengan Reverse atau PTR (Pointer) Records? Bedanya seperti ini : A records digunakan untuk mendapatkan alamat IP dari suatu hostname. Contoh :
view sourceprint?
1.nslookup domain.com

Akan menghasilkan keluaran seperti contoh berikut ini (bisa berbeda tampilannya tergantung DNS yang anda pakai, tapi alamatnya sama) :
$ nslookup domaincom
Server: CacheDNS-JKT3.telkom.net.id
Address: 203.130.196.155
Non-authoritative answer:

Name: domain.com
Address: 174.120.9.9

Sedangkan PTR records akan berlaku sebaliknya, yaitu menghasilkan nama hostname dari alamat IP.

Mengapa PTR Records menjadi penting karena sebagian besar Spammer menggunakan IP public non eligible alias bukan IP public miliknya sendiri. Seringkali Spammer menggunakan hostname orang lain, menggunakan server email open relay atau sekalian menyamar menjadi mail server lain. PTR records memastikan bahwa suatu hostname merupakan milik syah suatu mail server.

Jadi misalnya ada contoh suatu mail server dengan nama mail.domain.com memiliki IP public 125.161.xyz.xyz, hasil reverse DNS zone terhadap 125.161.xyz.xyz harusnya menghasilkan keluaran nama hostname : mail.domain.com. Berdasarkan hal ini mail server tersebut bisa dianggap sebagai pemilik sah nama domain/nama hostname yang dikandungnya.

Reverse DNS Zone memang bukan satu-satunya penyebab mail server diblacklist sebagai spammer namun jika kita ingin memastikan mail server kita yang menggunakan IP public bisa dianggap eligible, Reverse DNS Zone merupakan salah satu syaratnya.

Jika kita tidak melakukan host/setup DNS server diserver kita melainkan diserahkan pada ISP, kita bisa meminta pihak ISP membuatkannya. Bilang saja pada mereka untuk membuat Reverse DNS Zone terhadap nama domain atau mail server yang kita miliki. Jangan lupa, ISP yang saya maksud adalah ISP koneksi internet, bukan ISP pemilik hosting.

Jika kita tidak ingin melakukan setup Reverse DNS Zone, kita bisa memilih opsi ISP relay untuk mail server yang kita miliki.

Untuk setup Reverse DNS Zone pada berikutnya.