Kalimantan – nama itu membangkitkan imajinasi akan alam liar dan misteri yang tersembunyi jauh di dalam hutan belantara. Tidak seperti kebanyakan pulau di Asia Tenggara yang mulai dipenuhi populasi manusia dan mengalami pembangunan dalam beberapa abad belakangan, Kalimantan terbukti masih sulit dijelajahi kecuali oleh penduduk suku asli dan petualang yang berani.

Masih banyak daerah di Kalimantan yang belum tersentuh dan ditempati manusia, membuat pulau ini menjadi salah satu tempat di dunia yang masih tersisa keeksotisannya. Para pecinta alam akan mengunjungi Kalimantan karena keanekaragaman flora dan fauna, tapi daratan pulau itu sendiri menawarkan beberapa tantangan fisik. Bacalah artikel ini untuk mengetahui apa saja yang ditawarkan Kalimantan untuk para pecinta petualangan.

Mendaki


Foto: Thinkstock

Taman Nasional Kinabalu adalah rumah bagi ratusan spesies burung, orangutan, tanaman karnivora, dan bunga terbesar di dunia (Rafflesia, si bunga bangkai), tapi daya tarik utamanya adalah Gunung Kinabalu — gunung tertinggi di Malaysia. Dengan ketinggian 4.093 meter, yang hanya mencapai kurang dari setengah tinggi Everest, tidak menghentikan ribuan pecinta ketinggian untuk mengunjunginya setiap tahun. Gunung ini populer karena jalurnya yang mudah dijangkau — mendaki Gunung Kinabalu pada dasarnya adalah jalan yang sangat panjang…tanjakan…dan satu-satunya peralatan yang diperlukan untuk mendaki gunung itu adalah sepasang sepatu mendaki yang baik dan baju hangat.

Perjalanan pendakian biasanya dilakukan dalam dua hari — kebanyakan pendaki akan berangkat di pagi hari dan mencapai perkemahan di Laban Rata (3.270 m) sebelum gelap. Ada rumah peristirahatan di sini, yang tidak lupa dilengkapi dengan fasilitas air minum, air mandi panas, area memasak, dan restoran. Kebanyakan pendaki bangun pagi keesokan harinya untuk menyelesaikan jarak 800 m dan mencapai puncak untuk melihat matahari terbit. Perjalanan turun bisa dilakukan dalam hari yang sama.

Mendaki Gunung Kinabalu telah menjadi atraksi populer dalam beberapa tahun belakangan, membuat harga-harga semakin naik, dan membuat ramai gunung. Meski tidak harus memesan paket, lebih baik Anda melakukannya untuk menghindari kekecewaan karena akomodasi terbatas.

Berapa besar biayanya?

Mendaki gunung terjal tidak termasuk dalam aktivitas perjalanan untuk anggaran terbatas. Lihat-lihatlah harga di Kota Kinabalu untuk paket pendakian termurah — membayar terpisah untuk makan dan kamar di pegunungan akan membuat harga mahal.

Biaya Masuk: 15 ringgit (sekitar Rp 42 ribu) untuk dewasa dan 10 ringgit (sekitar Rp 28 ribu) untuk anak-anak.

Izin pendakian: 100 ringgit (Rp 280 ribu) dewasa, 40 ringgit (Rp 112 ribu) anak-anak

Asuransi Pendakian: 7 ringgit (sekitar Rp 20 ribu)

Guide: 40 sampai 120 ringgit (hampir Rp 112 ribu dan Rp 335 ribu) tergantung dari rute dan jumlah grup.

Akomodasi: Akomodasi di gunung kebanyakan mahal dan cepat terisi. Untuk tidur di sebuah kamar model asrama dengan enam tempat tidur harus membayar 300-360 ringgit (sekitar Rp 837 ribu- Rp 1 juta) tergantung musim pendakian, sudah termasuk sarapan. Kalau ingin tingal di kamar asrama Laban Rata Resthouse yang tidak memiliki penghangat, hotel tersebut mematok harga 70 ringgit (sekitar Rp 198 ribu) per orang dan bisa menyewa kantong tidur.

Menjelajahi Gua

Tempat gua terbesar di dunia, Gunung Mulu di Kalimantan adalah taman nasional paling terkenal dan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO. Taman itu terdiri dari gua-gua spektakuler, ngarai, dan puncak yang merupakan hasil kikisan air hujan yang merembes dari darah batuan kapur dalam proses selama jutaan tahun. Bentang daratnya sendiri sangat menakjubkan dan merupakan contoh dari salah satu kekuatan alam yang luar biasa.

Tak peduli Anda penjelajah gua pemula atau seorang petualang profesional, gua di Gunung Mulu cocok untuk semua level pengalaman. Terkenal sebagai “gua pameran”, Clearwater, Deer, Lang, dan Wind Caves adalah gua-gua yang mudah diakses (hanya mendaki dengan jarak 3 km di jalur yang sudah ada) dari pusat Taman Nasional dan bisa dikunjungi dengan bantuan pemandu atau petugas taman nasional.

Clearwater Cave memiliki rute bawah tanah terpanjang (dengan 51 km — membuatnya menjadi gua dengan jalur bawah tanah terpanjang di Asia Tenggara), Lang Cave terdiri dari susunan batu stalaktit dan stalagmit menakjubkan, sementara Deer Cave memiliki ruang paling besar dan rumah bagi sejumlah besar koloni kelelawar. Selain senter dan sepasang sepatu dengan cengkeraman bagus, Anda tidak membutuhkan peralatan apapun untuk menjelejahi gua itu.

Petualang yang lebih kawakan bisa mengikuti ekspedisi beberapa hari masuk lebih dalam ke mulut gua, seperti Sarawak Chamber, yang dengna panjang 700 meter, lebar 400 meter, dan kedalaman 70 meter, memegang rekor dunia.

Meski begitu, tidak mudah mencapai tempat menakjubkan itu. Kebanyakan pengunjung tiba di Mulu melalui penerbangan pendek dari Miri atau Kota Kinabalu sementara melalui jalur darat harus menggunakanan beberapa kali ganti perahu dan bus dan membutuhkan satu hari untuk mencapai tempat itu.

Berapa biayanya?
Ongkos masuk taman: 10 ringgit (sekitar Rp 29 ribu) untuk dewasa, 5 ringgit (sekitar Rp 15 ribu) untuk anak-anak.

Akomodasi: Untuk akomodasi bisa dipesan melalui Visitor Centre dengan kisaran harga mulai dari 110 ringgit (sekitar Rp 310 ribu) untuk kamar berkipas angin dengan kamar mandi sampai 40 ringgit (Rp 115 ribu) untuk kamar asrama (sudah termasuk sarapan). Anda juga bisa berkemah atau tinggal di pondokan hutan dengan 10-30 ringgit (Rp 29 ribu – Rp 85 ribu) per malam, per orang. Disarankan memesan tempat sebelumnya di: http://www.mulupark.com/

Transportasi: MASWings terbang dari Mulu ke Miri dua kali sehari (30 menit, mulai dari 100 ringgit atau Rp 300 ribu untuk satu kali perjalanan) dan sebuah penerbangan dari Kota Kinabalu (1 jam 50 menit, harga mulai dari 150 ringgit atau Rp 420 ribu). Menggunakan kombinasi perahu dan bus lebih mahal dari terbang karena butuh biaya tinggi untuk menyewa perahu.

Pemandu: Seorang pemandu dibutuhkan untuk masuk setiap gua. Taman menyediakan pemandu resmi dengan harga 10 ringgit (Rp 29 ribu) per orang. Menyewa pemandu untuk menjelajahi hutan lebih dalam harus membayar mulai dari 200 sampai 500 ringgit (Rp 560 ribu – Rp 1,4 juta) — khusus untuk Serawak Chamber hanya diperuntukkan bagi profesional. Harga pemandu sama untuk satu sampai lima orang, jadi penting untuk membentuk sebuah grup.