Jakarta – Salah satu daya tarik Toyota Crown sebagai jagoan Dream Car  Back to 90’s(BT90’s) adalah kenyamanan dan kemewahan yang dimilikinya. Dengan bodi cukup bongsor, dijamin ruang dalam cukup lega dan memiliki jok yang nyaman diduduki.  Seolah-olah melaju tanpa guncangan.

Kala masih baru, memang mobil mewah ini menjadi impian bagi sebagian orang, meski untuk pejabat pada instansi tertentu sudah bisa menikmati tunggangan dinas berkategori luxurious car ini. Namun, bayangan ini masih tetap hinggap di benak beberapa penggemar mobil bermesin 3.000 cc ini.

Seperti Gulam Dwialam dan Ampuh Suryanegara owner Toyota Crown Royal Saloon. “Kenyamanan Crown udah dirasakan seperti waktu bokap gue pakai, saat itu Crown 1983,” ujar Gulam. Tak heran, bayangan akan kenyamanan masih hinggap di benaknya.


Interior nyaman jadi andalan (kiri). Mesin masih terjangkau harga onderdilnya (kanan)

Kala 1983 saja nyaman, apalagi pada era 1990-an, pikirnya. Maka ia pun mencari sedan tersebut untuk digamit. “Cukup sulit mendapatkannya, karena mau yang benar-benar orisinal. Setelah dikasih tahu teman, ada unit simpanan dengan jarak tempuh masih 28.000 km (1996), langsung ditebus,” kenangnya.

Menurutnya pasaran Toyota Crown Royal Saloon  produksi  1995-2000 ini sekitar Rp 55-100 juta. Gulam mendapatkan Crownnya seharga Rp 85 juta. Cukup banyak keraguan soal harga onderdil untuk mesin 2JZ-FEnya ini. Namun hal itu ditampik oleh Gulam yang sehari-hari pakai Innova itu.


Mengganti pelek besar, tak meng-hilangkan kesan mewahnya

“Parts masih bisa dibeli dengan harga terjangkau kok, malah untuk kaki-kaki banyak onderdil KW seperti 555,” jelasnya. “Misal kalau mau mengganti bushing stabilizer, tie-rod, long tie-rod, idle stir serta 4 buah sokbreker, sekitar Rp 3,5 juta,” tuturnya.

Sedangkan untuk mesin, seperti timing belt, tensioner serta seal kruk as bagian depan, cukup ditebus Rp 450 ribu. “Itu dengan genuine parts lho,” ungkap lelaki berkacamata itu.

Sementara   Ampuh, kesengsem dengan Royal Saloon 1999. “Itu barangnya bagus, 1999 bulan Desember,” bangga pria yang sehari-hari naik Daihatsu Terios ini.

Satu hal yang membuatnya makin tertarik, karena fasilitas yang ada di bangku belakang. “Nyaman betul, bangku belakangnya bisa digeser secara elektrik,” tukasnya.

Saking bernafsunya, mantan mobil dinas sebuah perusahaan  itu pun ditebus Rp 98,5 juta. “Udah bernafsu, meski tergolong tinggi dibayar juga,” ungkapnya. Agar makin nyaman, transmisi matik yang agak bermasalah pun direkondisi. “Habis sekitar Rp 5 juta, langsung beres,” jelasnya.

Agar tampilan ‘mobil babe’ ini menjadi masih cocok untuk anak muda, pelek Autocoture Empress 20 inci, lebar 8,5 inci di depan dan 9,5 inci buat belakang.

Cukup bergaya, elegan, serta hemat. Tetapi menurut Gulam, soal body parts tergolong masih mahal. “Jadi sebaiknya tetap menggunakan perlindungan asuransi,” sarannya.  (mobil.otomotifnet.com)