img

Menonton televisi kini memang sudah jadi aktivitas yang sulit dilepaskan dalam kesehariaan. Tapi terlalu banyak televisi, terutama pada anak, juga tidak baik.

Menurut psikolog anak Vera Itabiliana, terlalu banyak menonton televisi bisa mempengaruhi daya konsentrasi anak. Menonton televisi lebih dari empat jam sehari juga cenderung membuat anak mengalami obesitas. Gara-gara televisi, anak juga bisa menjadi konsumtif.

Oleh karena itu, sebelum menjadi kebiasaan, sebaiknya sejak masih balita, anak jangan terlalu sering menonton televisi. Berikut lima cara membatasi balita Anda dari menonton televisi, seperti dikutip dari WebMD:

1. Libatkan Anak Saat Anda Beraktifitas
Memang cara ini akan sedikit merepotkan Anda. Tapi tidak ada salahnya diterapkan ketimbang menjadikan televisi sebagai babysitter anak. Ketika Anda membersihkan rumah, minta saja si kecil ikut membantu. Misalnya dia menyapu, sementara Anda membersihkan debu. Kalau Anda memasak, ajak juga dia. Anak bisa ikut menyiangi sayuran yang akan Anda masak, seperti bayam dan kacang panjang.

2. Hindari Iklan
Menurut American Academy of Pediatrics, setiap tahunnya anak-anak melihat 40 ribu iklan di televisi. Anak-anak yang berusia di bawah enam tahun masih belum paham perbedaan iklan dengan acara sesungguhnya. Sehingga sebaiknya anak tidak terlalu sering terpapar iklan. Sebaiknya pilih acara televisi yang iklannya sedikit. Kalau memang anak akan menonton televisi, putar saja film favoritnya di pemutar DVD.

3. Dampingi Anak
Sebaiknya jangan jadikan TV sebagai babysitter anak Anda. Usahakan selalu duduk bareng bersamanya ketika si kecil menonton televisi. Kalau memang acara televisi yang ditontonnya sudah habis, jangan biarkan anak mengganti channel dan mencari acara lainnya. Tapi katakan pada anak kalau sebaiknya Anda menyudahi menonton TV dan melakukan aktivitas lain.

4. Jelaskan Alasan Kenapa TV Dimatikan
Ketika Anda akan mematikan televisi, jelaskan padanya kenapa hal tersebut dilakukan. Jangan langsung matikan televisi tanpa terlebih dulu, anak tahu penyebabnya. “Katakan padanya, kalau hari ini sudah cukup banyak menonton acara televisi,” jelas Donald Shifrin, ahli masalah kesehatan dan perkembangan anak dari University of Washington Schoolf of Medicine, di Seattle. Dia juga anggota dari American Academy of Pediatrics.

Donald pun menyarankan, sebaiknya sebelum mulai menonton televisi, Anda sudah menjelaskan berapa banyak acara yang boleh ditontonnya. Anda bisa membuat perjanjian dengannya sehingga anak tidak akan marah saat Anda mengatakan akan mematikan televisi.

5. Beri Contoh
Kalau Anda ingin anak tidak terlalu banyak menonton televisi, Anda pun harus memberikan contoh serupa. Sebaiknya Anda pun tidak menaruh televisi di kamar. Hindari menyalakan televisi begitu Anda memasuki rumah atau membiarkan benda tersebut tetap menyala ketika anak tidak menontonnya. Saat makan, sebaiknya televisi juga tidak dinyalakan.