Ilustrasi (ist)
Program jahat atau malware yang menyerang smartphone semakin meningkat jumlahnya. Penelitian Juniper Networks Mobile Threat menyebutkan terjadi lonjakan 155% untuk serangan di tahun 2011 pada semua platform mobile ketimbang tahun sebelumnya.

Para penjahat cyber terindikasi kian giat mengeksploitasi seluruh platform mobile, terutama Android yang kini adalah sistem operasi mobile terpopuler di dunia. Jumlah malware yang menyasar Android menurut Juniper meningkat 3.352% dalam 7 bulan terakhir di 2011.

“Kombinasi antara dominasi Android dan kurangnya kontrol aplikasi di beragam toko aplikasi Android membuat para developer malware berfokus pada platform ini,” demikian pernyataan Juniper Networks. Ditambahkan, market share Android kini mencapai 46,9%.

Menurut Juniper yang detikINET kutip dari ZDNet, Jumat (17/2/2012), developer cukup mudah memasukkan aplikasi jahat ke Android Market. Meskipun akhirnya terdeteksi, Google dikatakan butuh waktu cukup lama sebelum benar-benar bisa menghapusnya.

Awal bulan ini, Google memang sudah melakukan langkah antisipasi. Mereka memberlakukan scan otomatis dengan tool bernama Bouncer untuk mengidentifikasi aplikasi mencurigakan yang akan masuk ke Android Market.

Penelitian Juniper mempelajari 793.631 aplikasi dan celah keamanan di semua sistem operasi mobile populer. Di tahun 2011, spyware dan SMS Trojan menjadi jenis malware yang paling banyak dimanfaatkan penjahat cyber.

Dari sisi persentase, 46,7% malware menyasar Android, 41% Java ME, 11,5% Symbian, 0,7% Windows Mobile dan 0,2% BlackBerry. Penelitian malware yang menyasar iOS dinyatakan susah dilakukan karena sifat platformnya yang tertutup. Namun sempat ditemukan aplikasi tidak berizin di App Store.