Di film-film, biasanya wanita yang cantik adalah pemeran utama yang memiliki sifat baik hati serta suka menolong. Sebaliknya, orang jahat digambarkan sebagai musuh yang buruk rupa dan bengis. Tapi di dunia nyata, justru wanita cantik kurang memiliki empati dibandingkan yang kurang cantik.

Secara umum, kebanyakan orang cenderung berperilaku manis kepada wanita cantik dan menganggapnya memiliki kualitas pribadi yang baik atau ramah. Namun sebuah penelitian baru di Israel menemukan bahwa memberikan perlakuan istimewa seperti itu belum tentu tepat. Wanita yang cantik cenderung penurut dan kurang memiliki empati.

Dalam sebuah percobaan yang dilansir Medical Daily, Jumat (7/9/2012), peneliti meminta 236 orang mahasiswa mengisi kuesioner untuk mengungkap ciri-ciri kepribadiannya yang sesungguhnya. Setengah dari para peserta yang berjenis kelamin wanita kemudian direkam aktivitasnya membaca berita perkiraan cuaca dan berjalan-jalan di sekitar meja selama 1 menit.

Sedangkan separuh sisanya yang terdiri dari 59 persen wanita dan 41 persen pria diminta menonton rekaman tersebut. Para siswa yang menonton rekaman diminta menilai kepribadian wanita dalam rekaman, apakah ia memiliki kepribadian yang menyenangkan, mudah bergaul, stabil emosinya, pekerja keras atau terbuka dengan pengalaman baru.

Hasil pengisian kuesioner menunjukkan penilaian para penonton tidak begitu jauh berbeda antara wanita yang cantik dan yang kurang cantik. Namun untuk hasil kuesioner pribadi, wanita dalam rekaman memberikan penilaian yang berbeda. Wanita dengan penampilan menarik lebih suka menyesuaikan diri dengan lingkungan namun lebih peduli kepada diri sendiri daripada orang lain.

Temuan yang dimuat Psychological Science ini tidak mengherankan. Sejak kecil, gadis yang cantik sering dimanjakan oleh orang lain. Hal ini dapat membuatnya cenderung mudah menyesuaikan diri. Sifat lebih peduli pada diri sendiri agaknya muncul seiring dengan munculnya sifat narsisme. Wanita cantik sering diperlakukan spesial sehingga membuatnya menjadi narsis.

Para peneliti tidak tahu faktor apa saja yang menyebabkan kecenderungan ini. Bisa jadi wanita cantik lebih suka berfokus pada diri sendiri atau terbiasa menyerahkan orang lain untuk mengurus penampilannya. Karena penelitian ini lebih berfokus pada wanita, belum tentu hasilnya akan sama pada pria.