Keadaan yang anda alami sekarang dalam istilah medis dikenal dengan infertilitas, yaitu setelah 1 tahun menikah, sudah melakukan hubungan seksual tanpa alat KB, tetapi si istri belum hamil.

Pada keadaan ini, kedua pasangan harus dievaluasi kembali. Karena banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari pembuahan.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi infertilitas :

1. Faktor dari pihak laki-laki
– Apakah spermanya mempunyai bentuk, konsentrasi dan pergerakan yang bagus
– Riwayat infeksi gondongan/mumps
– Trauma pada daerah genital
– Kelainan pada perkembangan alat genital : testis yang tidak turun

2. Gangguan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) adalah penyebab tersering infertilitas pada wanita, yaitu sekitar 30-40 persen. Pada pasien-pasien ini biasanya terjadi gangguan dalam siklus haidnya.

3. Kerusakan atau sumbatan pada saluran indung telur/tuba falopii. Akibat dari infeksi rongga panggul dan riwayat operasi pada area panggul sebelumnya.

4. Gangguan bentuk pada rahim: polip, gangguan bawaan dari lahir seperti adanya dua rahim ataupun rahim yang bersekat. Pada kasus ini sering terjadi keguguran secara spontan.

5. Gangguan sistemik seperti gangguan imun, gangguan ginjal, dan penyakit infeksi pada alat genital.

dr. Fresia JuwitasariUntuk mengetahui penyebabnya, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan analisa semen untuk suami. Sedangkan untuk istri dilakukan pemeriksaan:

– USG.

– HSG (hysterosalpingography) adalah pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat sumbatan pada saluran indung telur/tuba falopii. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan kontras ke tuba falopii. Selain sebagai alat pemeriksaan, alat ini juga dapat digunakan sebagai alat terapi, karena dengan cairan kontras yang disemprotkan tersebut dapat membersihkan kotoran-kotoran yang menyumbat tuba falopii.

– Laparoscopy: dengan alat fiberoptic untuk melihat rongga panggul.

– dan pemeriksaan hormonal.

Memang sebanyak 30 persen kasus infertilitas tidak dapat ditemukan penyebabnya (unexplained infertility). Pada pasien-pasien ini, biasanya dilakukan laporoscopy untuk melihat adakah kelainan lain seperti endometriosis.
Hal lain yang bisa saya sarankan adalah inseminasi intrauterine (di dalam rahim). Tetapi sebaiknya konsultasikan kembali hal ini dengan dokter kandungan Anda.

Semoga membantu, Ri.

dr. Fresia Juwitasari Wongkar