img
dok. Thinkstock

Jakarta – Banyak pasangan muda saat ini yang begitu mudah untuk menikah. Padahal memutuskan pernikahan tidak sesederhana itu. Sebelum terburu-buru memutuskan untuk menikah, banyak hal-hal yang perlu Anda sadari dan persiapkan.

Hal utama yang perlu Anda sadari adalah, apakah sudah benar-benar siap membina rumah tangga? Beberapa hal lain ini yang perlu Anda sadari sebelum memutuskan menikah.

1. Yakinkan Hati
Sebelum akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan, tanyakan pada diri sendiri, apakah sudah benar-benar yakin terhadap pasangan? Pernikahan tidak boleh terjadi hanya karena sudah terpentok umur atau dipaksa keluarga untuk menikah. Psikolog sekaligus konsultan cinta di Wolipop, Ratih Ibrahim mengingatkan, Jangan mengorbankan hidup dengan pria yang tidak tepat.

“Sebelum pernikahan terjadi, renungkanlah dengan matang keputusan kamu. Jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan yang besar itu. Kamu masih muda, masih banyak kesempatan untuk mendapatkan pria yang jauh lebih baik dan lebih menghargai kamu,” tutur Ratih.

2. Keuangan
Anda perlu mengetahui secara detail mengenai latar belakang keuangan masing-masing dan kebiasaan pengeluaran. Terkadang ada sebagian pasangan yang merasa takut dan tabu ketika membicarakan topik ini. Tetapi mau tak mau, masalah keuangan wajib hukumnya untuk segera didiskusikan, terutama jika Anda dan pasangan serius untuk hidup bersama. Setelah melakukan pembicaraan awal, Anda bisa melanjutkan untuk membahas bujet untuk pernikahan, siapa yang akan membayar atau dibagi rata.

3. Emosional yang Stabil
Tanda Anda emosional Anda belum stabil adalah mudah marah, sedih dan membesar-besarkan masalah. Sedangkan ketika menikah nanti, Anda dan pasangan mungkin akan lebih banyak lagi menemukan probelematika pernikahan. Ketika itu, emosional harus tetap terjaga. Jika selama ini Anda menyelesaikan permasalahan dengan kekasih dengan cara marah-marah, ngambek dan ujung-ujung minta putus, sebaiknya ‘perbaiki’ emosional Anda dan belajarlah lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Itu bekal untuk menikah nanti.

4. Apakah Bisa Mengatasi Konflik dengan Sehat?
Perhatikan cara bertengkar Anda. Jika pertengkaran masih sering terjadi dengan nada tinggi, mudah ngambek, bahkan mudah melontarkan kata putus. Ini tanda salah satu atau kedua belah pihak belum siap seutuhnya. Jika belum bisa mengatasi konflik dengan baik, sebaiknya tunda pernikahan.