Ilustrasi

Iblis adalah musuh besar dan abadi yang senantiasa menyesatkan manusia agar berpaling dari Allah swt. Ia akan terus berupaya menggoda manusia agar mengikuti jalannya. Semakin besar ketaatan dan takwa seseorang maka akan semakin hebat dan licik cara yang ia pakai. Salah satu dari korban kelicikan Iblis adalah Barsisa.

Barsisa adalah seorang soko guru di Zaman Bani Israil, ia sangat rajin dan giat melakukan ibadah, memiliki karamah (keistimewaan) yang luar biasa, muridnya yang mencapai 600.000 orang saja bisa terbang semuanya.

Pada suatu hari Iblis mendatangi kediamannya. “Siapa engkau? Dan ada keperluan apa engkau kesini?” tanya Barsisa setelah membukakan pintu. “Nama saya Abid, dan saya berkeinginan menjadi teman beribadah anda,” jawab laki-laki yang tak lain adalah iblis.

Sembari mempersilahkannya masuk, Barsisa berkata: “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah maka cukuplah Allah yang menjadi temannya.” Mendengar itu, Iblis tidak lantas berputus asa. Ia terus memutar otaknya memikirkan cara agar ia bisa menyesatkan Barsisa, akhirnya ia memutuskan untuk tinggal di rumah Barsisa beberapa hari.

Selama menetap di rumah Barsisa, Iblis sangat rajin beribadah, bahkan selama 3 hari ia tidak makan dan minum, terus melakukan ibadah.

Menyaksikan itu, Barsisa bertanya kepada Iblis, “Wahai pemuda, aku telah beribadah selama 620 tahun, tapi aku tidak sanggup beribadah sepertimu, tanpa makan, minum dan istirahat. Apa yang harus aku lakukan agar bisa sepertimu.”

Mendapat angin segar, Iblis tidak membiarkannya lewat begitu saja. “Terlebih dahulu kamu harus melakukan maksiat dan kemudian bertaubat. Setelah itu kamu pasti akan mendapat halawah (kemanisan) ibadah,” jawab Iblis.

Tanpa sadar Barsisa membenarkan ucapan iblis yang tampak masuk akal itu, lantas ia bertanya, “Dosa apa yang harus aku lakukan”.

“Membunuh, zina atau minum khamar. Diantara ketiganya minum khamarlah yang paling ringan dosanya dan hanya berurusan dengan Tuhan,” jawab Iblis melancarkan serangan selanjutnya.

Setelah berfikir sejenak Barsisa memilih untuk meminum khamar dan kemudian mendatangi tempat penjualan khamar yang dijaga oleh seorang perempuan.

Sampai di sana ia membeli dan langsung meminumnya. Dalam keadaan mabuk itu ia memperkosa perempuan penjaga ruko dan membunuh suami perempuan itu yang mencoba menghalanginya.

Berita perzinahan dan pembunuhan yang dilakukan Barsisa menyebar ke seluruh pelosok negeri sehingga diketahui raja. Raja kemudian memutuskan untuk mengeksekusi Barsisa.

Di hari eksekusi itu, datanglah Iblis menemui Barsisa. “Wahai Barsisa, apakah kamu ingin selamat dari hukuman ini,” tanya Iblis. Barsisa hanya mengangguk tak berdaya.

“Kamu harus sujud kepadaku terlebih dahulu dengan menundukkan kepalamu,” kata Iblis. Barsisa pun menurutinya dan pada saat itu pedang algojo menebas leher Barsisa

Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Barsisa mati dalam keadaan suul khatimah.

Ibrah yang bisa dipetik adalah:

1.Sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan, kita harus tetap waspada terhadap tipu daya Iblis yang sewaktu-waktu mereka lancarkan. Semakin tinggi martabat seseorang maka semakin besar godaan yang akan menghadangnya.

2. Jangan memandang remeh dosa sekecil apapun itu, karena dosa kecil itu merupakan jenjang untuk mengerjakan dosa yang lebih besar lag dan Bertobatlah jika telah mengerjakannya.